Jumat, 06 Januari 2017

Bijak Hadapi Hoax

Posted by with No comments

Informasi merupakan bagian penting dalam kehidupan. Pentingnya kepemahaman akan suatu hal yang benar atau yang salah, menjadi refleksi dalam diri setiap orang. Anak muda berambisi dengan bangga ketika mereka tahu yang pertama tentang berita. Apalagi berita yang anti mainstream, hal yang sedikit tidak masuk akal serta nalar. Dengan bangganya mereka mengatakan kekinian, dan lo kampungan. Namun lain halnya jika yang di update adalah hal yang tidak begitu penting, ikut tren saja biar disebut anak kekinian. Kadang saat  itu aku ingin menawan kamu dan aku akan mengajak kamu untuk berkaca di air susu.  

Sebenarnya aku ragu untuk menulis ini di blogku. #BijakHadapiHoax menjadi viral di tanah air akhir-akhir ini. Sebenarnya bagus topik itu menjadi viral. Dengan begitu paling tidak dapat mengedukasi kamu dalam menyerap berita. Namun hal yang menjadi aku ragu mengangkat ini karena ini menjadi viral menyangkut politik. Aku suka politik, namun aku tidak suka cara mereka berpolitik. Entah ini menjadi keuntungan atau kerugian karena saling serang. Yang jelas #BijakHadapiHoax menjadi viral.

Perlu kamu tahu bahwa sesuatu yang jelas di dunia ini hanya dual hal yang saling bertolak belakang. Ada buruk pasti ada baik. Ada yang jujur ada yang bohong. Kalo yang setengah-tengah bagaiamana? Misalnya ada yang mahal dan sedikit mahal. Itu namanya tidak jelas. Yang jelas itu mantap dikatakan dan dianggap benar. Kalo bilang mahal ya mahal, jangan mengatakan sedikit mahal. Kamu perlu tahu, hal itu menunjukkan ketidak punyaan prinsip yang jelas dalam dirimu.

Begitu pun dalam menerima suatu hal (misalnya berita). Jangan melulu lansung kamu makan begitu saja, saringlah hal itu, fikirkan ulang hal itu, dan kalo perlu lihat ulang di sumber yang terpercaya (aku rasa ini memang perlu). Seperti dalam himbauan pemerintah kalo ketemu berita palsu segera lapor. Namun, kamu jangan lupakan kebenaran, jangan asal melaporkan. Bukannya bikin tentram malah bikin runyam. Terutama kamu, yang pernah yakinkan aku hingga aku percaya omomg kosongmu.

Ibnu Kurnia_6/1/2016






Bukan Kejujuran

Posted by with No comments
"Suatu Kekecewaan Sangat Terasa Ketika Sebuah Kenyataan Tidak Sesuai Harapan"

Tentang bagaimana cara kita berkomunikasi dengan orang lain. Cara kita menyampaikan suatu maksud dan makna. Tidak sedikit orang yang berbicara dengan kebohongan. Ketika seseorang berkata dengan tidak jujur maka dia telah membuat suatu ilusi keadaan. Menyampaikan makna tidak sesuai fakta. Menyampaikan kata dengan penuh kepalsuan. Bahkan suatu perkataan yang bukan kejujuran bisa mengelabuhi keadaan. Rasa jauh akan kebenaran membuat kita yang terbohongi akan merasa terjatuh.  

Tentu ada alasan seseorang berbicara kebohongan. Tidak serta merta berbicara kebohongan itu hanya iseng belaka. Pasti ada tujuan yang ingin dicapainya. Berbohong itu tidak selamanya buruk. Bisa saja mereka yang berbohong justru bermaksud menyelamatkan kita. Kita pun boleh berbohong jika itu memang jelas untuk kebaikan. Bukan kebaikan dalam sudut pandang diri sendiri, melainkan lihatlah dampak orang lain, dan wajar tidak kebohongan yang akan dilakukan. Tidak jujur tentu saja membuat pelakunya ada rasa tidak nyaman. Perasaan gelisah dan merasa bersalah akan menjadi bayang-bayang diingatan. Terkecuali mereka yang sudah sering berbohong. Tentu mereka biasa saja. Orang yang seperti ini biasanya akan sulit mendapat kepercayaan. Berbicara jujur atau tidak sudah tidak ada bedanya.

Menyikapi orang yang berbohong jangan melulu bersikap sinis dan anarkis. Toh mereka melakukan itu tidak sering dan bisa saja untuk gurauan. Memang suatu kekecewaan sangat terasa ketika sebuah kenyataan tidak sesuai harapan. Kita telah berharap dan percaya apa yang mereka katakan, namun ternyata mereka hanya bergurau semata. Kadang jika hal yang dikatakannya membuat sakit yang nyata, bagi kita akan sulit membedakan antara gurauan dan kebohongan. Hukum alam jarang berkebalikan dan percayalah bahwa hukum karma itu  nyata dan ada.


Tapi di sini berbohong tidak untuk dianjurkan. Sebisalah mungkin untuk berbicara dengan jujur. Jujur itu memang menyakitkan. Terlebih lagi jika kita berbohong maka kita akan menciptakan kebohongan-kebohongan yang lain. Kejujuran itu ibarat obat. Rasa pahit akan ada secara nyata, namun rasa pahit itu akan menyembuhkan luka dan menggantinya dengan rasa bahagia.