"Suatu Kekecewaan Sangat Terasa Ketika Sebuah Kenyataan Tidak Sesuai Harapan"
Tentang
bagaimana cara kita berkomunikasi dengan orang lain. Cara kita menyampaikan
suatu maksud dan makna. Tidak sedikit orang yang berbicara dengan kebohongan.
Ketika seseorang berkata dengan tidak jujur maka dia telah membuat suatu ilusi
keadaan. Menyampaikan makna tidak sesuai fakta. Menyampaikan kata dengan penuh
kepalsuan. Bahkan suatu perkataan yang bukan kejujuran bisa mengelabuhi
keadaan. Rasa jauh akan kebenaran membuat kita yang terbohongi akan merasa
terjatuh.
Tentu ada alasan seseorang berbicara kebohongan.
Tidak serta merta berbicara kebohongan itu hanya iseng belaka. Pasti ada tujuan
yang ingin dicapainya. Berbohong itu tidak selamanya buruk. Bisa saja mereka
yang berbohong justru bermaksud menyelamatkan kita. Kita pun boleh berbohong
jika itu memang jelas untuk kebaikan. Bukan kebaikan dalam sudut pandang diri
sendiri, melainkan lihatlah dampak orang lain, dan wajar tidak kebohongan yang
akan dilakukan. Tidak jujur tentu saja membuat pelakunya ada rasa
tidak nyaman. Perasaan gelisah dan merasa bersalah akan menjadi bayang-bayang
diingatan. Terkecuali mereka yang sudah sering berbohong. Tentu mereka biasa
saja. Orang yang seperti ini biasanya akan sulit mendapat kepercayaan.
Berbicara jujur atau tidak sudah tidak ada bedanya.
Menyikapi
orang yang berbohong jangan melulu bersikap sinis dan anarkis. Toh mereka
melakukan itu tidak sering dan bisa saja untuk gurauan. Memang suatu kekecewaan
sangat terasa ketika sebuah kenyataan tidak sesuai harapan. Kita telah berharap
dan percaya apa yang mereka katakan, namun ternyata mereka hanya bergurau
semata. Kadang jika hal yang dikatakannya membuat sakit yang nyata, bagi kita
akan sulit membedakan antara gurauan dan kebohongan. Hukum alam jarang
berkebalikan dan percayalah bahwa hukum karma itu nyata dan ada.
Tapi di
sini berbohong tidak untuk dianjurkan. Sebisalah mungkin untuk berbicara dengan
jujur. Jujur itu memang menyakitkan. Terlebih lagi jika kita berbohong maka
kita akan menciptakan kebohongan-kebohongan yang lain. Kejujuran itu ibarat
obat. Rasa pahit akan ada secara nyata, namun rasa pahit itu akan menyembuhkan
luka dan menggantinya dengan rasa bahagia.
Januari 06, 2017


0 komentar:
Posting Komentar